juara 2 bola voly se kecamatan sadananya
angga nugraha
Kamis, 28 Juni 2012
Sabtu, 09 Juni 2012
Celtics mengalahkan Heat
Getty Images/Mike Ehrmann
Berduel di American Airlines Arena, Miami, Rabu (6/6/2012) pagi WIB, Celtics mengalahkan Heat, yang sudah kembali diperkuat Chris Bosh, dengan skor 94-90.
Kevin Garnett jadi bintang kemenangan Celtics dengan sumbangan 26 poin dan 11 rebound. Paul Pierce menambahkan 19 poin, Ray Allen 13 poin, sedangkan Rajon Rondo juga bermain baik dengan 13 assist-nya.
Di kubu Heat, LeBron James sebenarnya jadi pencetak angka terbanyak dalam pertandingan ini dengan 30 poin, plus 13 rebound. Namun, hal itu jadi tak begitu berarti karena timnya kalah. Dwyane Wade menyumbangkan 27 poin, sementara Bosh menandai comeback-nya dengan 9 poin dan 7 rebound.
Berkat kemenangan ini, Celtics butuh satu kemenangan lagi untuk mengunci satu tiket final NBA. Mereka punya peluang besar untuk melakukannya karena gim keenam akan digelar di kandang mereka, Kamis (7/6/2012) waktu setempat.
moto gp sirkuit aragon
AFP/Josep Lago
Tes di Aragon ini merupakan sesi pengganti tes di Sirkuit Estoril yang dibatalkan gara-gara cuaca buruk, beberapa waktu lalu. Tes dimulai sejak pukul 10 pagi dan berakhir hingga pukul 6 sore waktu setempat.
Tak ada nama Casey Stoner dan Dani Pedrosa di sesi kali ini karena Honda memutuskan absen. Alasannya, ban jenis baru yang akan mulai dipakai di MotoGP Inggris belum tersedia. Selain Stoner dan Pedrosa, sebagian besar pebalap CRT juga tak ambil bagian.
Lorenzo jadi yang terbaik di sesi tes ini. Catatan waktu tercepatnya adalah 1 menit 49,187 detik.
Posisi kedua ditempati oleh rider Yamaha lainnya, Ben Spies. Spies lebih lambat 0,255 detik di belakang Lorenzo.
Di belakang Lorenzo dan Spies ada duo pebalap Yamaha Tech 3, Cal Crutchlow dan Andrea Dovizioso. Berikutnya menyusul Hector Barbera, Nicky Hayden, Alvaro Bautista, Valentino Rossi, Stefan Bradl, dan Karel Abraham.
Hasil Tes MotoGP Aragon:
No-Nama-Negara-Tim-Waktu-Lap
1. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory (YZR-M1) 1m 49.187s (Lap 57/59)
2. Ben Spies USA Yamaha Factory (YZR-M1) 1m 49.442s (55/57)
3. Cal Crutchlow GBR Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 49.687s (63/67)
4. Andrea Dovizioso ITA Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 49.887s (51/54)
5. Hector Barbera ESP Pramac Racing (GP12) 1m 50.196s (56/64)
6. Nicky Hayden USA Ducati Team (GP12) 1m 50.204s (31/66)
7. Alvaro Bautista ESP Honda Gresini (RC213V) 1m 50.294s (54/56)
8. Valentino Rossi ITA Ducati Team (GP12) 1m 50.369s (78/78)
9. Stefan Bradl GER LCR Honda MotoGP (RC213V) 1m 51.146s (31/72)
10. Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing (GP12) 1m 51.977s (15/19)
11. Michele Pirro ITA Honda Gresini (FTR-Honda CRT) 1m 52.452s (47/51)
12. Yonny Hernandez COL Avintia (FTR-Kawasaki CRT) 1m 52.502s (30/64)
13. Colin Edwards USA Forward Racing (Suter-BMW CRT) 1m 52.589s (33/53)
14. Ivan Silva ESP Avintia (FTR-Kawasaki CRT) 1m 53.929s (49/69)
piala eropa 2012
Nyaris tak ada yang meragukan kemampuan Cristiano Ronaldo di lapangan
hijau. Pemain ini memiliki kemampuan yang lengkap mulai kecepatan,
ketajaman hingga visi permainan yang di atas rata-rata.
Pembuktiannya sebagai maestro lapangan hijau terbukti dengan membawa Real Madrid meraih juara La Liga musim 2011-2012. Dan pemain berusia 27 tahun ini mencetak 46 gol sebagai bukti sahih ketajamannya.
Sayangnya kecemerlangannya di level klub belum menular ke tim nasional Portugal yang sudah dibelanya sebanyak 90 kali itu. Di taraf antar negara Ronaldo belum mampu membawa Selecao meraih trofi terhormat.
Masih labilnya penampilan Ronaldo di timnas kembali terlihat saat Portugal dihantam Turki 1-3 dalam pertandingan persahabatan pada 2 Juni lalu. Bahkan dalam pertandingan itu CR7 -sebutan Ronaldo- gagal mengeksekusi tendangan penalti.
Nah, menghadapi Jerman di Grup B Piala Eropa 2012 menjadi ajang pembuktian apakah Ronaldo bisa secemerlang saat membela klub atau dia akan kembali melempem jika berseragam timnas.
Apalagi, Jerman yang akan dihadapi Selecao di Stadion Lviv Arena, Lviv, Minggu (10/6) dini hari nanti dikenal sebagai spesialis turnamen dan sangat sulit dikalahkan.
Apalagi timnas Jerman memiliki Mesut Ozil dan Sami Khedira rekan satu tim Ronaldo di Real Madrid yang paham betul gaya permainan eks punggawa Manchester United itu.
Sehingga, pengetahuan kedua pemain itu tentunya akan dimanfaatkan pelatih timnas Jerman Joachim Low untuk mematikan permainan Ronaldo yang menjadi nyawa Portugal itu.
Mesut Ozil menjadi otak serangan
tim nasional Jerman di Piala Eropa 2012.
Jerman lolos ke putaran final dengan rekor tak terkalahkan dan mengemas angka sempurna 30. Tak hanya itu, Mezut Ozil dkk membukukan 35 gol di babak kualifikasi.
Tak hanya mematikan, permainan Jerman yang selama berpuluh tahun dianggap membosankan kini menjadi atraktif dan enak ditonton.
Kehebatan lain adalah, tim asuhan Joachim Low ini adalah tim termuda Jerman selama 76 tahun terakhir dengan rata-rata usia pemain hanya 26 tahun.
Konsistensi Der Panzer ini selain dipengaruhi usia sebagian besar pemainnya yang masih muda juga karena kualitas pemain pengganti nyaris tak berbeda dengan pemain inti.
Dengan pola 4-2-3-1, Jerman mengandalkan ketajaman pemain senior Miroslav Klose untuk menggedor gawang lawan.
Meski demikian para pemain tengahnya Thomas Mueller, Mesut Ozil, Lukas Podolski serta Bastian Schweinsteiger terbilang cukup rajin mencetak gol.
Namun, otak serangan Jerman ada dalam diri Mesut Ozil yang baru berusia 23 tahun. Dari kaki pemain Real Madrid inilah alur serangan dan tempo permainan diciptakan.
Bahkan pelatih Joachim Low menyebut kemampuan Ozil mengatur serangan setara dengan kemampuan playmaker Barcelona dan timnas Spanyol, Xavi Hernandez.
Layak ditunggu, siapa yang akan bersinar di Ukraina, Cristiano Ronaldo ataukah Mesut Ozil.
Pembuktiannya sebagai maestro lapangan hijau terbukti dengan membawa Real Madrid meraih juara La Liga musim 2011-2012. Dan pemain berusia 27 tahun ini mencetak 46 gol sebagai bukti sahih ketajamannya.
Sayangnya kecemerlangannya di level klub belum menular ke tim nasional Portugal yang sudah dibelanya sebanyak 90 kali itu. Di taraf antar negara Ronaldo belum mampu membawa Selecao meraih trofi terhormat.
Masih labilnya penampilan Ronaldo di timnas kembali terlihat saat Portugal dihantam Turki 1-3 dalam pertandingan persahabatan pada 2 Juni lalu. Bahkan dalam pertandingan itu CR7 -sebutan Ronaldo- gagal mengeksekusi tendangan penalti.
Nah, menghadapi Jerman di Grup B Piala Eropa 2012 menjadi ajang pembuktian apakah Ronaldo bisa secemerlang saat membela klub atau dia akan kembali melempem jika berseragam timnas.
Apalagi, Jerman yang akan dihadapi Selecao di Stadion Lviv Arena, Lviv, Minggu (10/6) dini hari nanti dikenal sebagai spesialis turnamen dan sangat sulit dikalahkan.
Apalagi timnas Jerman memiliki Mesut Ozil dan Sami Khedira rekan satu tim Ronaldo di Real Madrid yang paham betul gaya permainan eks punggawa Manchester United itu.
Sehingga, pengetahuan kedua pemain itu tentunya akan dimanfaatkan pelatih timnas Jerman Joachim Low untuk mematikan permainan Ronaldo yang menjadi nyawa Portugal itu.
Generasi emas
Paulo Bento sejauh ini dinilai
berhasil meramu bakat-bakat Portugal menjadi tim yang efektif.
Dengan barisan pemain yang bermain di liga-liga utama Eropa misalnya Raul Meireles (Chelsea), Nani (Manchester United), Fabio Coentrao (Real Madrid) dan tentunya Cristiano Ronaldo tentu tak berlebihan jika tim Portugal saat ini kembali didaulat sebagai generasi emas berikutnya.
Semuanya kini berada di tangan pelatih Paulo Bento untuk meracik talenta luar biasa, dan juga ego, para pemain kelas dunia ini menjadi satu kekuatan mematikan. Dan nampaknya Bento mampu melakukan itu.
Buktinya saat ditangai Carlos Queiroz, Selecao gagal menang di dua laga perdana kualifikasi, seri melawan Siprus 4-4 dan kalah dari Norwegia 0-1.
Saat mengambil alih tim dari Queiroz, Bento tak mengubah susunan tim namun dia merotasi posisi pemain sesuai keinginan dan potensi masing-masing pemain.
Misalnya, Ronaldo tak lagi ditempatkan sebagai ujung tombak, namun digesernya pemain mahal itu ke sayap kiri. Hasilnya cukup memuaskan.
Dengan menggunakan pola 4-3-3, Portugal bermain efektif dan memenangkan lima dari enam laga sisa di babak kualifikasi.
Puncaknya adalah menghantam Bosnia-Herzegovina di pertandingan play-off dengan 0-0 dan 6-2, yang memastikan Portugal lolos ke putaran final di Polandia-Ukraina.
Memang masih perlu dibuktikan apakah racikan Bento ditambah kepiawaian Ronaldo di lapangan bisa meredam efektivitas tim Panser Jerman?
Dengan barisan pemain yang bermain di liga-liga utama Eropa misalnya Raul Meireles (Chelsea), Nani (Manchester United), Fabio Coentrao (Real Madrid) dan tentunya Cristiano Ronaldo tentu tak berlebihan jika tim Portugal saat ini kembali didaulat sebagai generasi emas berikutnya.
Semuanya kini berada di tangan pelatih Paulo Bento untuk meracik talenta luar biasa, dan juga ego, para pemain kelas dunia ini menjadi satu kekuatan mematikan. Dan nampaknya Bento mampu melakukan itu.
Buktinya saat ditangai Carlos Queiroz, Selecao gagal menang di dua laga perdana kualifikasi, seri melawan Siprus 4-4 dan kalah dari Norwegia 0-1.
Saat mengambil alih tim dari Queiroz, Bento tak mengubah susunan tim namun dia merotasi posisi pemain sesuai keinginan dan potensi masing-masing pemain.
Misalnya, Ronaldo tak lagi ditempatkan sebagai ujung tombak, namun digesernya pemain mahal itu ke sayap kiri. Hasilnya cukup memuaskan.
Dengan menggunakan pola 4-3-3, Portugal bermain efektif dan memenangkan lima dari enam laga sisa di babak kualifikasi.
Puncaknya adalah menghantam Bosnia-Herzegovina di pertandingan play-off dengan 0-0 dan 6-2, yang memastikan Portugal lolos ke putaran final di Polandia-Ukraina.
Memang masih perlu dibuktikan apakah racikan Bento ditambah kepiawaian Ronaldo di lapangan bisa meredam efektivitas tim Panser Jerman?
Muda dan mematikan
Jerman lolos ke putaran final dengan rekor tak terkalahkan dan mengemas angka sempurna 30. Tak hanya itu, Mezut Ozil dkk membukukan 35 gol di babak kualifikasi.
Tak hanya mematikan, permainan Jerman yang selama berpuluh tahun dianggap membosankan kini menjadi atraktif dan enak ditonton.
Kehebatan lain adalah, tim asuhan Joachim Low ini adalah tim termuda Jerman selama 76 tahun terakhir dengan rata-rata usia pemain hanya 26 tahun.
Konsistensi Der Panzer ini selain dipengaruhi usia sebagian besar pemainnya yang masih muda juga karena kualitas pemain pengganti nyaris tak berbeda dengan pemain inti.
Dengan pola 4-2-3-1, Jerman mengandalkan ketajaman pemain senior Miroslav Klose untuk menggedor gawang lawan.
Meski demikian para pemain tengahnya Thomas Mueller, Mesut Ozil, Lukas Podolski serta Bastian Schweinsteiger terbilang cukup rajin mencetak gol.
Namun, otak serangan Jerman ada dalam diri Mesut Ozil yang baru berusia 23 tahun. Dari kaki pemain Real Madrid inilah alur serangan dan tempo permainan diciptakan.
Bahkan pelatih Joachim Low menyebut kemampuan Ozil mengatur serangan setara dengan kemampuan playmaker Barcelona dan timnas Spanyol, Xavi Hernandez.
Layak ditunggu, siapa yang akan bersinar di Ukraina, Cristiano Ronaldo ataukah Mesut Ozil.
(Djarum Indonesia Open) Angga/Rian Kembali Hadapi Ganda Nomor Satu Malaysia
(Jakarta,
7/6/2012) Babak pertama turnamen Djarum Indonesia Open Superseries
Premier 2012 akan kembali mempertemukan pasangan Angga Pratama/Rian
Agung Saputro dengan ganda putra nomor satu Malaysia, Koo Kien Keat/Tan
Boon Heong.
“Dua
kali pernah menang dari Koo/Tan membuat kami semakin percaya diri untuk
bisa mengalahkan mereka lagi. Meskipun lawan rangkingnya lebih tinggi,
namun kami tetap berpeluang menang, terbukti sebelumnya kami bisa ” kata
Rian ketika ditanya mengenai peluang mereka di babak pertama turnamen
yang berhadiah total US$ 650,000 ini.
Pertemuan
ini adalah kali ketiga bagi Angga/Rian dan Koo/Tan. Pasangan Angga/Rian
yang kini berada di rangking 18 dunia ini tercatat unggul pada rekor
pertemuan terakhir. Ajang Axiata Cup merupakan kali pertama Koo/Tan
takluk di tangan Angga/Rian.
Pada
babak penyisihan, Angga/Rian yang kala itu membela tim Indonesia
Rajawali menundukkan Koo/Tan dari Malaysia Tigers dalam permainan tiga
gim, 10-21, 21-18, 21-13.
Kemenangan
kedua diraih Angga/Rian atas ganda berperingkat delapan dunia tersebut
di kejuaraan India Open Superseries 2012. Koo/Tan harus memupuskan
harapannya untuk ke semifinal saat mereka lagi-lagi dihentikan ganda
putra muda asal Indonesia ini dengan skor 18-21, 21-15, 19-21.
Turnamen
Djarum Indonesia Open Superseries Premier memiliki kesan terendiri bagi
Angga/Rian, pasalnya pada tahun lalu mereka membuat kejutan dengan
menumbangkan ganda terkuat nomor dua dunia asal Korea, Lee Yong Dae/Jung
Jae Sung dalam dua gim langsung, 21-17, 21-17.
Sesudahnya,
grafik penampilan Angga/Rian pun kian menanjak. Pasangan ini kerap
tampil mengejutkan dengan menumbangkan pasangan-pasangan ganda putra
terbaik dunia. Beberapa pasangan yang kala itu berada di jajaran Top 10
pernah ditaklukkan Angga/Rian. Selain Yong Dae/Jae Sung, Chai Biao/Guo
Zhendong (rangking 5), Mohammad Ahsan/Bona Septano (6), Hirokatsu
Hashimoto/Noriyasu Hirata (7) dan Koo/Tan (8) pernah menjadi korban
keganasan Angga/Rian.
Kini,
keduanya berharap dapat memberikan penampilan terbaiknya di hadapan
publik Istora seperti tahun lalu.
“Target
saya dan Angga kali ini adalah babak delapan besar, semoga kami dapat
tampil lebih baik dari tahun lalu” kata Rian yang merupakan pemain asal
klub PB Jaya Raya Suryanaga Surabaya ini.
Jika
berhasil lolos dari Koo/Tan di babak kedua, Angga/Rian akan berhadapan
dengan pemenang antara ganda Malaysia, Mohd Zakry Abdul Latif/Mohd
Fairuzizuan Mohd Tazari atau pasangan Ingo Kindervater/Johannes
Schoettler dari Jerman.
Babak
pertama akan mulai dimainkan pada hari Rabu, 13 Juni 2012. Hasil undian
lengkap sektor ganda putra Djarum Indonesia Open Superseries Premier
2012 dapat diakses di sini.
Langganan:
Postingan (Atom)

